Merah Putih Indonesiaku : Kenapa Telat Bangkit Indonesiaku?
Agustus 29th, 200964 tahun sudah bangsa kita yang tercinta merdeka dari penjajahan. Umur yang masih tergolong muda. Dan menurut sejarah Indonesia adalah negara pertama yang merdeka setelah perang dunia ke-2. Presiden kita ja baru 6 sampai saat ini. Sedangkan Amerika udah 44 kali ya? Kurang tau juga pastinya.
Memperingati 17-an ada bermacam-macam cara di tiap daerah. Kalo di tempat gue Pangkep (sul-sel) beragam juga cara perayaannya. Tapi menurutku ada satu lomba yang paling menarik yaitu lomba gerak jalan. Lomba ini diadakan di tiap kecamatan, kemudian juaranya di kirim ke tingkat kabupaten. Bukannya sombong, tapi dulu smp gue langganan juara. Hehe he. Sekarang mah sekolahku tetap juara, tapi di tingkat SMA. Pesertanya dari SD, SMP/TSANAWIYAH, SMA/SMK/ALIYAH, bahkan ibu-ibu PKK.
Tahun ini perayaan 17-an di daerahku amat sepi. Jika tahun lalu, pihak desa mengadakan bermacam2 lomba seperti panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, dll. Maka tahun ini acara seperti itu udah tak ada. Mungkin ini imbas krisis ekonomi global kali yah? Jujur aku sedih melihat kondisi ini. Hari Kemerdekaan rasanya udah dilupakan. Menurut saya, hanya lomba-lomba seperti diatas lah yang menandakan bahwa kita sedang merayakan kemerdekaan. Coba gak ada lomba2 seperti itu, mungkin 17 agustus hanya dianggap hari libur aja alias tanggal merah. Utamanya bagi anak sekolahan seperti aku. Mudah-mudahan tidak ya.. Amin.
Berbicara kemerdekaan, maknanya sangat luas dan dalam bagi saya. Bukan hanya lepas dari penjajahan aja yah!. Tapi kita wajib merdeka dalam segala hal. Mulai dari ekonomi, sosial budaya, keamanan dan pertahanan, pariwisata, transportasi, kesehatan, pendidikan, olahraga dan infrastruktur. Dan aku lihat kita masih terjajah dalam ekonomi. BUMN kita diprivatisasi(jual) kepada investor asing, SDA kita yang luar biasa banyak dan berkualitas di kontrol oleh asing. Terus kita penduduk asli Indonesia dapat apa? Dan menurutku, ini terjadi karena kita punya hutang yang banyak. Bukan berarti kita harus tidak punya hutang. Negara manapun di dunia ini punya hutang. Yah menurutku mestinya diaturlah hutang kita, siapa tahu hutang untuk dikorupsi. Kan payah tuh.
Sudah 64 tahun kita merdeka. Tapi Indonesia kok masih kek gitu-gitu aja ya? Liat Singapura, Jepang, Jerman, USA. Jujur gue iri liat kemajuan mereka yang ninggalin Indonesia. Trus siapa yang disalahin? Pemerintahkah? Ooh.. Tidak.. Jangan salahin pemerintah dong. “jangan tanya apa yang bisa negara beri buat kamu, tapi tanya apa yang bisa kamu beri buat negara”. Kira-kira itulah kata sebuah iklan. Negara maju karena rakyatnya, itu kata kuncinya. Mana bisa negara maju kalo rakyatnya malas seperti saya. Hehe. Lagipula, baru 11 tahun kita reformasi. Masih sangat muda. Jadi masih bisa dimaklumilah. Kan tahun 98 kita kena krisis dahsyat tuh, indonesia seperti mulai dari nol lagi deh.
Sebenarnya masih banyak kesan-kesan yang mewarnai 64 tahun kemerdekaan negara tercinta kita. Seperti kesalah pahaman kita dengan malaysia. Akhir-akhir ini, malaysia lagi-lagi mengklaim tari pendet yang jelas-jelas milik kita sebagai milik mereka. Apakah mereka menguji kebesaran negara kita? Atau sebaliknya menganggap kita sebagai bangsa yang lemah?. Namun, jangan lupa, Indonesia adalah negara yang besar dan kaya, pulau-pulau yang indah, sumber daya alam(SDA) yang melimpah ruah, penduduknya ramah, budaya dan adat yang asli dan melimpah, laut yang luas dan kaya. Semua itu adalah potensi negara kita yang tiada dua didunia. Mengapa? Karena kita punya SDA di air, darat, dan udara. Komplit deh pokoknya. Belum lagi sumber daya manusia kita yang hampir mencapai 300 juta. Indonesia benar-benar jamrud khatulistiwa warisan dunia.
Cepatlah bangkit merah putihku. . .
